Jintan Hitam (Habbatussauda)

Habbatussauda

kamil 1

kamil 2

Iklan

Bekatul

bekatul 1 bekatul 2

bekatul dr. Liem

Komentar Prof. Bambang

Rice bran

Anatomi biji padi

B3 & B5

Bukti Pengiriman :

Bukti transaksi via PT POS INDONESIA (Persero)

Rosella

Tanaman rosella merah dan ungu

Rosella

Kelopak rosella merah dan ungu kering

Kelopak rosella merah dan ungu

Rosella Merah

Seduhan rosella merah dan ungu

Stok kelopak rosella

Kandungan Rosella :

kandungan kelopak rosella segar

Buku rosela dari BPOM

Tanggapan Konsumen :

Bu Navera

Cyntia

Iwan

Mbak Brivian

Mbak Rosy

Rizka

VCO (Virgin Coconut Oil)

VCO (Virgin Coconut Oil)

Vitamin B1, B2, B3, dan B5

Vitamin B1, B2, B3 dan B5

Obesity

Obesity causes

obesity prevention recommendations for families

FastFood dan JunkFood! Makanan apa itu???

Fastfood adalah makanan cepat saji, dimana sebelumnya sudah dilakukan proses pengolahan tahap awal sehingga pada saat ada pesanan hanya dibutuhkan proses pengolahan lanjutan yang waktunya relatif lebih cepat. Fastfood banyak digemari anak anak sampai dewasa, hal ini dikarenakan rasanya yang lebih tajam dan cepatnya proses penyajian. Selain itu, gencarnya iklan di media membuat fastfood lebih menarik hati konsumen. Tidak semua fastfood adalah junkfood, tidak semua junkfood adalah fastfood. Hal ini tergantung bagaimana pemilihan bahan, cara pengolahan, dan penyajiannya. Contoh fastfood yaitu burger, pizza, dan segala jenis makanan yang cara penyajiannya cepat karena sebelumnya sudah mengalami proses pengolahan tahap awal (bahan setengah jadi).

Istilah fastfood berbeda dengan junkfood. Junkfood adalah makanan “sampah”, yaitu makanan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh karena mengandung kalori berlebih atau sangat rendah kalori serta mempunyai gizi yang tidak seimbang, mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, tinggi kandungan natrium/ garam, bahan perasa/ umami yang terlalu banyak, dan adanya pengawet tertentu yang apabila sering dikonsumsi akan berdampak negatif terhadap kesehatan.. Contoh junkfood yaitu nasi goreng dan mie instant yang susunan menunya tanpa lauk dan tanpa sayur, snack rendah kalori yang mempunyai rasa/ umami sangat tajam, dan makanan lain dengan komposisi menu yang mempunyai nilai gizi tidak seimbang

Sering mengkonsumsi fastfood kurang baik bagi kesehatan, salah satunya karena hilangnya aktivitas fisik yang begitu berarti. Sebaliknya, apabila kita mengolah makanan sendiri sampai menjadi makanan siap saji, banyak aktivitas fisik yang mengeluarkan energi tanpa kita sadari. Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berat badan berlebih, dan selanjutnya dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Selain itu, persepsi beberapa diantara kita walau sudah mengkonsumsi fastfood (seperti pizza, burger, roti tawar yang diolesi mentega/ diberi susu kental manis yang notabene tinggi kalori), masih merasa belum makan kalau belum makan nasi. Jadi, kalau sudah makan jenis fastfood di atas ditambah lagi makan 1 porsi nasi maka asupan/ intake kalori menjadi dua kali lipat. Apabila intake dua kali lipat + aktivitas fisik rendak maka berat badan akan bertambah dan bahkan apabila berlangsung dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan obesitas.