Sehat, masihkah perlu 1000mg Vitamin C?

Permasalahan mengenai dosis 1000mg vitamin C perlu dikaji lebih lanjut.
Bagaimana tidak, kebutuhan vitamin C manusia normal sebenarnya hanya berkisar 100mg setiap hari untuk memenuhi 100% kebutuan harian (kurang lebih, menyesuaikan umur, jenis kelamin, dan kondisi lain). Kebutuhan ini sebagian sudah disuplai dari makanan pokok (sumber karbohidrat, sayur, dan lauk). Terlebih lagi ditambah konsumsi buah, dimana beberapa jenis buah mengandung vitamin C dengan % yang cukup tinggi. Buah yang kandungan vitamin C cukup tinggi yaitu jambu biji merah, jeruk, buah sirsat, tomat, mangga, dan buah buah lainnya yang pada umumnya berwarna kuning, orrange sampai merah. Tetapi tidak bisa dibatasi begitu saja, karena buah dan sayuran berwarna hijau pun ada yang mengandung vitamin C dengan % cukup tinggi.

Jadi saya rasa suplemen vitamin C dosis tinggi tidak terlalu dibutuhkan, kecuali dalam kondisi tertentu (sakit dengan daya imun rendah; sakit flu; terserang HIV; kanker, dan terpapar radikal bebas yang berasal dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, ataupun asap pabrik). Misalnya, apabila setiap hari kita mengkonsumsi makanan rendah vitamin C ditambah lagi minum teh dimana teh mengandung zat penghambat penyerapan vitamin C, kalsium, protein dan zat besi maka kita memerlukan asupan vitamin C yang lebih. Selain adanya zat penghambat, penyerapan vitamin C juga dipengaruhi oleh kondisi genetik maupun fisiologis tubuh manusia karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kondisi tubuh yang berbeda.

Kalaupun kekurangan vitamin C dan tubuh tidak dalam kondisi sakit, kita tidak memerlukan asupan suplemen sebanyak itu (1000mg). Kalaupun dalam kondisi khusus (sering mengkonsumsi makanan rendah vitamin C dan mengkonsumsi makanan/ minuman yang mengandung penghambat penyerapan vitamin C), secara kasar, kita cukup mengkonsumsi 100mg (sudah termasuk beberapa % yang diperkirakan hilang karena dihambat oleh tanin dan zat antinutrisi lain, serta efektivitas penyerapan/ absorpsi vitamin C tersebut). Dari 1000mg-100mg = 900mg. Lalu, 900mg tu buat apa??. Itulah yang perlu kita pertanyakan. Mubadzir kan kalau dibuang… Soalnya tubuh tidak bisa menyimpan vitamin C seperti halnya lemak. Jadi apabila ada sisa vitamin C yang tidak dimanfaatkan tubuh, maka akan dibuang melaluui urin.

Terus bagaimana solusinya? Kita bisa mengkonsumsi tablet vitamin C dosis rendah (dosis 100mg) atau mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin C

Untuk lebih akuratnya, bisa dilihat pada tabel berikut terkait kecukupan vitamin C untuk kelompok umur, jenis kelamin, dan kondisi tertentu (sumber : http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/vitamins/vitaminC/index.html)

Recommended Dietary Allowance (RDA) for Vitamin C
Life Stage Age Males (mg/day) Females (mg/day)
Infants 0-6 months 40 (AI) 40 (AI)
Infants 7-12 months 50 (AI) 50 (AI)
Children 1-3 years 15 15
Children 4-8 years 25 25
Children 9-13 years 45 45
Adolescents 14-18 years 75 65
Adults 19 years and older 90 75
Smokers 19 years and older 125 110
Pregnancy 18 years and younger 80
Pregnancy 19 years and older 85
Breast-feeding 18 years and younger 115
Breast-feeding 19 years and older 120

4 responses to “Sehat, masihkah perlu 1000mg Vitamin C?

  1. bentuk vit c mana yg lebih baik, cair atau pil?

  2. setuju c…. d jaman pnyakit degeneratif bermunculan karena kelebihan beberapa zat gizi, suplemen rasanya kurang baik dikonsumsi berlebihan bila orang tersebut sehat. Sebaiknya memang pemenuhan zat gizi diambil dari makanan, bukan suplemen, sehingga bisa mengurangi dampak efek samping yg mngkin terjadi akibat masuknya suplemen konsentrasi tinggi dalam tubuh…

    omong2 soal konsumsi suplemen vit C dosis tinggi dalam tubuh, bila dikonsumsi terus menerus ternyata dapat meningkatkan kebutuhan dosis vit C dalam tubuh. jadi bila AKG nya awalnya cm 50 mg, bisa naik jd 100 mg. bahayanya tentu bila kebutuhan naik, maka toleransi tubuh akan dosis yang lebih rendah jadi menurun. orang awam dgn dosis 50 mg bisa tidak sariawan, tp akibat AKG nya naik, seseorang bs saja sariawan walau telah mengonsumsi 50 mg vit C… yah bgitu lah :D sekadar cerita hohoho

    semangat Yakkkk :D

  3. Thant : Dengan dosis yang sama, lebih baik dalam bentuk cair karena lebih mudah diserap dan selanjutnya dimetabolisme oleh tubuh. Bentuk cair bagus, terlebih lagi vitamin C dalam larutan berkarbonasi.

  4. Lita : Siip, setuju… Lebih baik mengkonsumsi vitamin C yang tersedia secara alami dalam makanan.
    Terimakasih Mbak Lita atas informasinya.. . Semangat juga wat kuliahnya, calon Master of Food Science (Y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s