Diet untuk Diabetes Mellitus dan Hiperlipidemia

Nama : Mr. X
Usia : 47
Jenis kelamin : laki-laki
Tinggi Badan : 164 cm
Berat Badan : 62 kg
IMT : 23.05 (normal/ ideal) *IMT : gambaran berat badan dan tinggi badan.

Kebutuhan gizi sehari > Kalori : 2350 Kkal; Protein : 58,75 – 88 gr (10-15% kalori); Lemak : 52 – 65 gr (20-25% kalori); Karbohidrat : 323 – 382 gr (55-65% kalori)

Profil darahCatatan : Sumber karbohidrat disarankan yang mempunyai indeks glikemik rendah (nasi merah, nasi jagung). Sumber protein disarankan dari ikan air tawar/ ikan air laut segar (diolah sendiri), tempe rebus, tahu rebus, daging merah (daging sapi/ daging kambing) tanpa lemak. Sumber lemak disarankan lemak tidak jenuh seperti minyak zaitun. HINDARI mentega dan margarin.

Kemungkinan penyebab >>>

Diabetes > Insulin kurang peka karena riwayat makan sebelumnya, sering mengkonsumsi makanan tinggi kalori yang mudah diserap tubuh (salah satunya makanan/ minuman manis); kerusakan pankreas yg menyebabkan produksi insulin sedikit yg asal mulanya bs disebabkan karena polusi (diantaranya cemaran udara, makanan yg tidak aman); kerusakan reseptor, fungsi reseptor diantaranya sebagai penghantar gula darah masuk ke sel u/ dirubah menjadi energi. Reseptor rusak akibat paparan radikal bebas. Radikal bebas bisa berasal dari cemaran udara dan makanan yg mengandung radikal bebas > makanan yg digoreng dengan minyak lebih dari 3x pakai

Kolesterol > Komplikasi dari diabetes mellitus, karena metabolisme penderita diabetes mellitus tdk normal; sering mengkonsumsi makanan berlemak, kurang mengkonsumsi serat; terlalu bnyk mengkonsumsi makanan tinggi kalori yg mudah diserap tubuh. Kalori berlebih (karbohidrat sederhana; seperti gula) akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk trigliserida; kurang aktivitas fisik, asupan makan lebih banyak. Energi yg masuk lebih bsr drpd yg keluar

Catatan :

  • Hindari makanan yang digoreng (dengan minyak habis pakai lebih dr 3x), sangat dianjurkan makan makanan yang direbus/ dikukus.
  • Makanan ditumis tidak apa2, cara menumis :
  1. Rebus air 1 gelas ke dalam wajan penggorengan, biarkan sampai mendidih
  2. Masukkan semua sayur yang akan ditumis (lebih baik tambahkan potongan bawang putih, bawang merah, cabai, dsj. sebagai bahan penyedap tumis). Sayur yang akan ditumis lebih baik yg mempunyai kandungan serat tinggi
  3. Setelah air tinggal sedikit, tambahkan sekitar 2 sendok makan minyak zaitun.
  4. Selang beberapa saat (jngn terlalu lama), matikan kompor dan tumisan siap disajikan

*minyak zaitun jangan terpapar panas terlalu lama

Pantangan : bayam, jeroan, kulit ayam, lemak daging berwarna merah (daging sapi, kambing, dsj.), mentega, margarin, lemak hewan, gorengan termasuk nasi goreng dan mie goreng (yg dijual di pinggir jalan), snack, gorengan, fastfood (makanan cepat saji, yg biasanya tinggi kalori dan rendah serat), minuman manis

Minum : 2 gelas setelah bangun tidur; 1 gelas setelah sarapan; 1-2 gelas antara setelah sarapan dan makan siang; 1 gelas setelah makan siang; 1-2 gelas antara setelah makan siang dan makan malam; 1 gelas setelah makan malam; 1-2 gelas setelah makan malam sampai sebelum tidur

Catatan : 1 gelas = 250 mL = -+ 1 gelas air mineral dalam kemasan

Aktivitas fisik : Olahraga tiap pagi -+ 15 menit yang diawali dengan pemanasan. Renang sekitar 1,5 jam, bisa dilakukan 3x seminggu

Bisa didownload di :

DIET DIABETES MELLITUS DAN KOLESTEROL

CONTOH PERANCANAAN MENU DIABETES MELLITUS DAN KOLESTEROL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s